Januariku 2024

 Terompet semalam masih terasa derunya. Suara petasan dari segala penjuru pun masih menyisa di telinga. Seperti yang lain berganti tahun berharap kepada Tuhan ada sesuatu yang baik dan menyenangkan. Tentunya kita semua sebagai manusia yang selalu berharap sama pusat, berharap yang baik, meminta yang baik, dan memohon kejutan cinta dari Tuhan yang mahasegala. Banyak pelajaran dan banyak keajaiban Tuhan di tahun 2023. Keajaiban yang dirasa sebagai sebuah hadiah dan sebagai ujian. Semua yang Tuhan berikan harus kita terima dengan kekuatan jiwa dan raga , ikhlas lahir batin. Meski kita terkadang sebagai manusia sempat sambat dan tersendat, akan tetapi sebagai manusia yang banyak kekurangan tentunya banyak sambate ketimbang bersyukur. Namun, berjalannya waktu karena banyak tempaan menjadikan kita menjadi manusia kuat yang bisa melampaui semua dengan saksama. Begitu pula, apa yang diberikan Tuhan berupa keindahan , kita mesti sadar diri dan jangan lupa bersyukur. Syukur kita yang terus menerus kita pupuk akan menjadikan manusia yang utuh dan tak mudah mengeluh, meski angel juga menjadi manusia paripurna. 

Dengan segala rupa dan pernak-pernik kehidupan yang akan terjadi di tahun 2024 , semoga menjadi kado terindah buat saya untuk bisa menjadi satu rumah dengan anak dan suami. Melampaui seluruh kehidupan yang penuh pelangi. Mensyukuri setiap yang Tuhan beri dan berharap sangat kepada Tuhan untuk kebersamaan yang utuh. Izinkan hambamu yang penuh kotoran ini beribadah dan  bekerja dengan khusuk, tidak diliputi kesendirian, bisa dekat dengan anak, dan bisa praktik menjadi istri yang baik. Rasanya 17 tahun sudah menjalani kesendirian. Saat ini rasanya tak ingin mnegulang kembali kesendirian ini. Begitu pedih, berat, dan harus berperang batin saat jauh dengan keluarga. Saatnya 2024 menjadi kado terindah untuk ulang tahunku nanti. Tuhan, izinkan hambamu ini dan kabulkan permintaan hambamu ini.

Januariku , buatlah senyumku mengembang sepanjang waktu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenaku sayang Jenaku Malang